PEMBELAJARAN PERMAINAN KELERENG PADA ANAK USIA DINI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA KELOMPOK B

Wulansari, Intan (ID: 16070159) . (2020).
PEMBELAJARAN PERMAINAN KELERENG PADA ANAK USIA DINI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA KELOMPOK B. S1 PG-PAUD.

[thumbnail of 3. KATA PENGANTAR.pdf] PDF
3. KATA PENGANTAR.pdf

Download (299kB)
[thumbnail of 6. LEMBAR PERNYATAAN.pdf] PDF
6. LEMBAR PERNYATAAN.pdf

Download (208kB)
[thumbnail of 1. BAB 1 (HAL 1-10).pdf] PDF
1. BAB 1 (HAL 1-10).pdf

Download (471kB)
[thumbnail of 3. BAB III ( HAL 33-41 ).pdf] PDF
3. BAB III ( HAL 33-41 ).pdf

Download (467kB)
[thumbnail of 5. BAB V ( HAL 74-75 ).pdf] PDF
5. BAB V ( HAL 74-75 ).pdf

Download (420kB)
[thumbnail of 6. DAFTAR PUSTAKA ( HAL 76-78 ).pdf] PDF
6. DAFTAR PUSTAKA ( HAL 76-78 ).pdf

Download (345kB)
Item Type: Thesis
Item Type: Thesis
Creators:
Creators
ID Number
Wulansari, Intan
16070159
Date: 2020
Thesis Type: Bachelor
Institution: IKIP Siliwangi
Department: S1 PG-PAUD
Abstract: Dasar hasil data penelitian studi awal yang menunjukkan kondisi dilapangan dalam aspek kemampuan motorik halus pada anak-anak yang berusia antara 5-6 tahun masih rendah. Terbukti ketika anak sedang mengikuti kegiatan pembelajaran masih ada yang kurang aktif dalam perkembangan motorik halusnya. Salah satunya bukti tersebut ada anak yang belum mampu memegang pensil yang baik dan benar sesuai dengan aturaanya. Permainan kelereng cukup baik untuk dijadikan media pembelajaran dalam menumbuh kembangkan kemampuan motorik halus. Maksud penelitian ini tiada lain adalah ingin mengetahui pemanfaatan media permainan kelereng dalam menumbuh kembangkan kemampuan motorik halus pada anak-anak yang berusia 5-6 tahun TK BBM 1. Penelitian ini termasuk kedalam Penelitian Kualitatif, yang dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan dan observasi. Sedangkan dalam subjeknya penelitian ini adalah anak yang berusia antara 5-6 tahun TK BBM 1 yang berjumlah 20 orang anak.Teknik pengumpulan datanya dengan cara observasi dan wawancara. Sedangkan datanya yang dianalisis dengan cara statistik deskriptif. Berdasarkan datanya yang diperoleh secara analisis maka hasil yang didapat pada umumnya dari 20 orang anak didik perkembangan motorik halusnya sudah dalam porsi berkembang sesuai harapan, bahkan ada anak yang sudah dalam porsi berkembang sangat baik. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa permainan kelereng dalam menumbuh kembangkan kemampuan motorik halus pada anak kelompok B kurang efektif karena sebelumnya kemampuan motorik halus anak-anak sudah muncul di kelompok A TK BBM 1.
Publisher: IKIP Siliwangi
Place of Publication: Cimahi
Subjects: Pendidikan Anak Usia Dini
Date Deposited: 06 Mar 2021 10:21
Last Modified: 21 Aug 2026 05:30
URI: https://repository.ikipsiliwangi.ac.id/id/eprint/4044

Actions (login required)

View Item
View Item